Kamis, 08 Mei 2014

Makalah Penerapan Teknologi Pendidikan



MAKALAH TEKNOLOGI PEMBELAJARAN
TENTANG
PENERAPAN TP DI NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG
OLEH :
TOSHA P. NOVERITA                  12101156110222


DOSEN PEMBIMBING :
Menrisal, S.Pd.

FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN –  PTIK 4
UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK” PADANG
TAHUN 2013

Kata Pengantar
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah, swt yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat membuat dan menyusun makalah pada mata kuliahTeknologi Pembelajaran, yang berjudul Penerapan TP di negara maju dan berkembang.
Tujuan utama penulis dalam membuat dan menyusun makalah ini adalah memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh nilai disemester 2 tahun ajaran 2013/2014 di Universitas Putra Indonesia “YPTK”.
Dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan baik dari segi bahasa, sistematika penyusunan maupun pembahasan materi yang disajikan, untuk itu penulis senantiasa mengharapkan kritik dan saran guna kesempurnaan makalah ini. Dengan kritik dan saran penulis dapat mempelajari, memahami serta memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam penulisan makalah ini.
Penulis mengharapkan makalah tentang perkembangan Teknologi Pembelajaran dan Hubungan dengan Ilmu-ilmu yang relevan ini dapat memberikan manfaat, menambah wawasan bagi penulis khususnya bagi pembaca umumnya.  


                                                                                                                                                                                                                                        
Padang,  18 April  2013


Penulis


BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Pada hakikatnya Teknologi Pendidikan adalah suatu pendekatan yang sistematis dan kritis tentang pendidikan. Teknologi Pendidikan memandang soal mengajar dan belajar sebagai masalah atau problema yang harus dihadapi secara rasional dan ilmiah. Istilah Teknologi berasal dari bahasa Yunani “Technologia” yang menurut WebsterDictionary” berarti systematic treatment atau penanganan sesuatu secara secara sistematis, sedangkan techne sebagai dasar kata teknologi berarti art, skill, science atau keahlian, keterampilan, ilmu. Jadi teknologi pendidikan dapat diartikan sebagai pegangan atau pelaksanaan pendidikan secara sistematis.Pendekatan “berdiri sendiri serta lengkap” bagi reka bentuk dan pelaksanaan teknologi pendidikan semakin kurang digunakan. Di masa akan datang, sumber teknologi pendidikan akan diintegrasikan. Ini memerlukan supaya pendekatan secara tradisional yang berasaskan “modul” diganti oleh pendekatan reka bentuk yang menyokong satu “komuniti modul” dipilih untuk diintegrasikan oleh satu “komuniti pengajar” bagi berbagai kursus yang bersesuaian dengan satu “komuniti pelajar”.
            Indonesia adalah negara kepulauan yang terbesar di dunia, terdiri dari lebih kurang 13677 pulau dengan jumlah penduduk sekitar 200 juta jiwa, dari  jumlah tersebut sekitar 20 juta merupakan umur 18 – 24 tahun yaitu kelompok umur yang seharusnya mengikuti pendidikan tinggi, sedangkan tingkat partisipasi pendidikan tinggi akhir Pelita III adalah 5 % untuk mempertahankan laju pembangunan nasional, maka pada akhir pelita IV penerapan sumber daya manusia memerlukan sekitar 8,2 % dari kelompok umur tersebut yang mempunyai bidang-bidang tertentu.
            Setiap tahun jumlah permintaan untuk jadi mahasiswa selalu lebih besar dari peningkatan daya tampung perguruan tinggi, pemerintah bersama lembaga pendidikan dan swasta telah berusaha keras untuk meningkatkan daya tampung perguruan tinggi, namun karena terikat sistem belajar tatap muka seperti sekarang ini, maka peningkatan daya tampung sangat lambat. Karena terbatasnya daya tampung itulah pemerintah melalui Depertemen Pendidikan berusaha untuk mendapatkan dana untuk melipatgandakan kesempatan belajar dengan sistem belajar jarak jauh.
            Sementara itu menurut kebijakan sektor pendidikan dari bank dunia tahun 1980 upaya untuk meraih 5 – 10 % terakhir anak-anak usia sekolah yang belum tertampung adalah usaha tersulit untuk menghendaki tindakan khusus. Laporan itu juga menyebutkan bahwa bila daya tampung masih rendah, usaha utama adalah menambah jumlah sekolah, sedangkan bila daya tampung sudah mencapai 70 %, perhatian perlu diperhatikan pada efisiensi internal sistem pendidikan.
            Berdasarkan kenyataan tersebut, untuk meningkatkan kemampuan menampung anak usia 7 – 12 tahun agar memperoleh kesempatan pendidikan dasar yang dikenal dengan nama SD Kecil.
            Pendidikan adalah tanggung jawab pemerintah, sekaligus untuk menghilangkan anggapan yang kurang tepat, serta untuk memecahkan persoalan pendidikan. Pemerintah melalui Badan Penelitian dan bekerjasama dengan SEAMO REGIONAL INNOTECH CENTER, mencoba suatu sistem pendidikan dasar yang di sebut dengan SD Pamong.
            Realisasi SD Inpres mengakibatkan meledaknya lulusan SD pada akhir tahun 1980. Perkembangan yang amat pesat ini belum akan terdukung oleh besarnya dana dan biaya lain yang harus di sediakan oleh pemerintah untuk menampung lulusan SD yang akan melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama.
            Disamping itu juga masih ada masalah lain, yaitu dana lulusan SD yang ingin melanjutkan pendidikan lebih tinggi, tetapi tidak dapat dilaksanakan karena faktor-faktor tertentu. Guru sebagai pemegang utama pendidikan masih banyak yang belum berkelayakan, metode-metode pembelajaran terlalu banyak menekankan pada aspek hapalan, kurang dan belum memperhatikan aspek kognitif, psikomotor dan afektif secara selaras dan seimbang.
            Berbagai masalah tersebut telah dan sedang di usahakan antara lain dengan mendirikan sekolah-sekolah Pendidikan Guru, membangun gedung-gedung sekolah, menambah jumlah buku paket pembelajaran, mengembangkan perpustakaan, membuka kelas-kelas jauh dan lain sebagainya.

2. Tujuan
            Adapun tujuan Penerapan TP adalah untuk memenuhi Pengantar Teknologi Pendidikan dan agar kita mengetahui penerapan TP pada SD Kecil, SD Pamong, SMPT, SBJJ, Komputer dan Penerapan TP pada Penataran Guru melalui siaran Radio.
















BAB II
PEMBAHASAN

Tampaknya dasar-dasar Teknologi Pendidikan ini sederhana saja dan tidak mengungkapkan sesuatu yang revolusioner. Guru-guru yang baik banyak sedikit telah melakukannya, dan mereka juga berusaha mencapai hasil sesuai dengan tujuan pelajaran yang telah ditentukan dengan penyajian yang paling serasi berdasarkan metode mata pelajaran, azas-azas didaktik serta pengalaman sebagai guru dan kemudian menilai hasil belajar murid sebagai petunjuk tentang efektifitasnya mengajar. Bila hasilnya tidak memuaskan, ia berusaha meneliti sebab-sebabnya, terutama kesalahan-kesalahan anak sebagai titik tolak ke arah perbaikan.


1.      Penerapan Teknologi Pendidikan di Negara maju dan berkembang serta perbedaannya dari berbagai Aspek
1.1.Penerapan Teknologi Pendidikan dinegara maju dan berkembang   
      Pada Negara maju nilai investasi lebih tinggi dari pada nilai ekonomis pada SDM-nya, artinya investasi bidang fisik lebih banyak dari pada SDM-nya. Pada Negara maju masalah penduduk tidak terlalu komplit, cntohnya angka partisipasi penduduk lebih tinggi dan dipermudah, angka pertumbuhan penduduk tidak terlalu tinggi, angka putus sekolah sudah sngat minim sekali, mutu sekolah tinggi antara sekolah dipedesaan dan diperkotaan tidak lagi mempunyai perbedaan yang mencolok dan guru tidak lagi mempunyai peranan yang sangat penting, artinya guru-guru sudah mempunyai kualitas yang tinggi, penduduknya tidak lagi buta huruf.
          Penerapan TP pada Negara maju sudah terlaksana sejak setengah abad yang lalu, penyampaian pembelajaran atau perkuliahan secara missal melalui alat pemancar, seperti Radio adalah biasa dan tumbuh serta berkembang dengan baik. sedangkan fakta yang terjadi pada Negara berkembang bahkan justru secara umum adalah sebaliknya dari Negara maju.
1.2.Aspek perbedaan penerapan TP dinegara maju dan berkembang
Adapun Aspek-aspek dalam penerapan Teknologi Pendidikan pada Negara maju dan Negara berkembang adalah sebagai berikut :
1.2.1.  Aspek latar belakang penerapan Teknologi Pendidikan
Negara Maju                          
      Untuk meningkatkan efisiensi dan pengembangan terhadap metode dan supaya dapat menghasilkan sumber daya manusia yg lebih maju lagi dan bersifat inovatif maka TP di terapkan pada semua tingkatan sekolah dan unsur-unsur pendidikan.
Negara Berkembang
      Dengan penerapan TP pada Negara Berkembang melalui peningkatan sumber daya manusia, maka ini dapat meningkatkan mutu pendidikan demi menstabilkan pembangunan bangsa dan negara yang sedang berkembang.
1.2.2.  Aspek tujuan yang hendak dicapai
Negara Maju
Untuk menghasilkan calon-calon generasi muda yang pintar dalam ilmu teknologi yang serba canggih untuk kemajuan zaman.


Negara Berkembang
Untuk menyamakan pendidikan di pedesaan da di perkotaan dan untuk meningkatkan pengetahuan pada masyarakat, dan meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar.
1.2.3.  Aspek alat, media dan sumber yang digunakan
-         Radio
-         Televisi
-         Photografi
-         Slide
-         Proyektor
-         Komputer
-         Microteaching System
-         Studio TV terbatas/CCTV
1.2.4.  Aspek kelompok sasaran
      Kelompok dan sasaran yang dituju :
  • Misal dengan system seminar-seminar, atau sumber dari tenaga konvensional/ guru.
  • Kelompok secara diskusi.
1.2.5.  Aspek pengelolaannya
Adapun pengelolaan penerapan TP dilakukan oleh Pemerintah dan badan pendidikan dunia [UNESCO].


1.2.6.  Sumber dana untuk penerapan Teknologi Pendidikan
Dana rata-rata dikeluarkan dari RAPBN sangat kecil akibatnya tenaga konvensional / guru lebih memungkinkan dari pada pengunaan media.
1.2.7.  Aspek kendala yang dihadapi
Kendala yang dihadapi dalam masalah sangat besar dan komplit sehingga dibutuhkan perhatian khusus dari pemerintah dan juga kemampuan guru sangat terbatas, anggaran pendidikan sangat sedikit dan angka putus sekolah sangat tinggi.
1.2.8.  Aspek Sumber dana yang diperlukan
Negara Maju
- Pemerintah
- Donatur
- Pihak Swasta
Negara Berkembang
- APBN / APBD
- Swasta / Pengusaha
- Yayasan
- Donatur
1.2.9.  Aspek Kelompok sasaran penerapan TP.
Negara Maju
- Dosen
- Mahasiswa
- Siswa yang menengah Kejuruan
Negara Berkembang
- Guru
- Dosen                 
- Pelajar
1.2.10.       Aspek Sisi Pengelolaan
Negara Maju
- Pemerintah
- Konsorsium
- Privat
Negara Berkembang
- Pemerintah
- Swasta
- Swasta komersil
- Swadaya masyarakat
1.2.11.       Aspek Kegiatan yang dilakukan dan sumber belajar yang di gunakan.
Negara Maju
Kegiatan yang dilakukan adalah Pratikum Labor, pemberian objek untuk di teliti.
Sumber belajar yang digunakan, Laboratorium dan alat-alat elektronik.
Negara Berkembang
            Kegiatan yang dilakukan :
- menyampaikan materi dengan  menggunakan audio visual.
- memperpasif siswa dalam menjawab soal-soal.
- memberikan latihan-latihan pada murid
Sumber belajar yang di gunakan :
- Buku atau modul
- Tape Recorder, Radio interaktif dan komputer.
1.3.Faktor penghambat dan pendukung dalam penerapan Teknologi Pendidikan
Adapun faktor-faktor yang menghambat penerapan TP adalah :
      Pada negara maju kendala yang dihadapi tidak terlalu besar dan rumit, penyakit pendidikan seperti :
  • Buta huruf
  • Kebodohan
  • Kemiskinan
pendukung dalam penerapan Teknologi Pendidikan :
      Tersedianya semua sarana dan prasarana serta fasilitas yang dapat mendukung penerapan TP, selain itu tersedianya Sumber Daya manusia yang cerdas dalam mengelola penerapan Teknologi Pendidikan itu sendiri.
2.      Penerapan Teknologi Pendidikan di sekolah-sekolah
2.1.Dilihat dari sisi Desain
Disain :
- Menyusun disain bahan pembelajaran terprogram
- Mengembangkan nodul untuk pembelajaran individual
- Membuat disain sistem pembelajaran
2.2.Dilihat dari sisi Developmen
Pengembangan :
- Teknologi Cetak
- Teknologi Audio Fisual
- Teknologi Berbasis Komputer
- Teknologi Terpadu
2.3.Dilihat dari sisi Utility
Pemanfaatan :
- Media
- Divusi Inovasi
- Implementasi dan Institusionalisasi
- Kebijakan dan Regulasi
2.4.Dilihat dari sisi Evaluasi
Penilaian :
      - Analisa Masalah
      - Pengukuran beracuan patokan
      - Penilaian Formatif
            - Penilaian Sumatif









BAB III
P E N U T U P

A. Kesimpulan
            Berdasarkan uraian pada BAB sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa Penerapan TP pada sekolah-sekolah, Komputer, Internet dan untuk penataran guru yang mempunyai pengaruh amat penting demi kelangsungan proses belajar mengajar demi meningkatnya mutu sumber daya manusia dan mencerdaskan kehidupan bangsa di masa sekarang dan yang akan datang.

B. Saran
            Pertama dan terutama sekali sebagai warga negara Indonesia yang berharap penuh akan kemajuan terutama dalam bidang Sumber Daya Manusia Indonesia yang seutuhnya, berharap kepada pemerintah lebih menitik beratkan pembangunan dalam bidang pendidikan atau membangun manusia Indonesia yang cerdas dan berkualitas di Negara sendiri serta di mata Dunia.
Untuk kesempurnaan penyusunan makalah ini, maka penulis mengharapkan kritik dan saran dari para  pembaca dalam bentuk membangun.

DAFTAR PUSTAKA

1.                                                Tarwatjo. 1982. Pusat Pengembangan Inovasi Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta : BP3K
2.                                                Bachtiar, Harsja W.1984.Teknologi Komunikasi Pendidikan, Jakarta: CV.Rajawali
3.                                                Setijadi.1986. Definisi Teknologi Pendidikan, Jakarta : CV. Rajawali
4.                                                _______.1983. Pola Dasar Pembinaan Teknologi Komunikasi Pendidikan Dasar, Jakarta : Pusat Teknologi Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (PTKPK)
5.                                                ________.1981/1982.  Bulletin Pembinaan Sekolah Dasar ( Edisi Khusus ) Tahun Ketiga, Jakarta : Depdikbud